SEASONS OF LOVE – RENT

Bait lirik di bawah ini diambil dari tembang lagu yang menjadi soundtrack film musikal ‘RENT’, yaitu ‘Seasons of Love’ episode pembuka. Film RENT tergolong jenis filem musikal yang ceritanya diambil dari novel yang ditulis oleh Jonathan Larson. Lirik lagu ‘Seasons of Love’ sendiri pada tahun 1988, dan baru dipublikasikan ke dalam novel (RENT) pada tahun 1990. Ketika film ‘RENT’ selesai dibuat pada tahun 2005, Jonathan Larson sudah meninggal dunia jauh sebelumnya, yaitu pada tanggal 25 Januari 1996. Film musikal ‘RENT’ memperoleh penghargaan teatrikal Broadway Best Musical in the Off-Broadway category; and three Obie Awards for Outstanding Book, Outstanding Lyrics and Outstanding Music. Larson sendiri memperoleh penghargaan Pulitzer Prize for Drama (17 Juli 2008). Lirik ‘Seasons of Love’ adalah karya Larson yang menggambarkan betapa berharganya cinta di saat-saat yang terakhir dalam hidup seseorang.

525.600 minutes,
525.000 moments so dear.
525.600 minutes – how do you measure…
measure a year?
In daylights, in sunsets, in midnights, in cups of coffee.
In inches, in miles, in laughter, in strife.
In 525.600 minutes – how do you measure
a year in the life?

(Ref 1)
How about love?
How about love?
How about love?
Measure in love… Seasons of love
Seasons of love

(Solo 1st)
525.600 minutes!
525.000 journeys to plan
525.600 minutes…
how can you measure the life of a woman or man?

(Solo 2nd)
In truths that she learned,
or in times that he cried
In bridges he burned,
or the way that she died

(Step)
It’s time now to sing out,
tho the story never ends
let’s celebrate remember a year in the life of friends.

(Ref 2)
Remember the love!
Remember the love!
Remember the love!
Measure in love…Seasons of love!
Seasons of love

(Jonathan Larson, 1988 – Seasons of Love – RENT OST)

Jika disimak bait pertama lirik di atas, tertulis 525.600 minutes, atau lima ratus dua puluh lima ribu enam ratus menit, adalah banyaknya rata-rata jumlah menit dalam 1 tahun kalender. Sebanyak waktu itulah selayaknya hidup manusia diisikan dengan cinta, di setiap aktivitas. Oleh karenanya Larson menuliskan “How do you measure… measure in a year”, kemudian dijawablah “How about love?”.

Untuk versi MP3 (versi Broadway), dapat diunduh di sini:
Seasons of Love
Format : MP3
Ukuran : 4.06 Mb
(Klik kanan, pilih save link as)

Untuk versi video clip, dapat diunduh di sini:
Seasons of Love (Video Clip – YouTube)
Format : MPG (MPEG1)
Ukuran : 12.44 Mb
(Klik kanan, pilih save link as)

Salah satu cuplikan di adegan LIFE SUPPORT

Catatan:
Pada tahun 2003, Jonathan Larson memperoleh penghargaan PULITZER atas karyanya mengabadikan kehidupan para penderita HIV dan sekaligus menjadikan karyanya sebagai salah satu bentuk dukungan bagi gerakan melawan penyakit AIDS.

Advertisements

KENADIE – THE LITTLE ANGEL

Bocah yang bernama Kenadie Jourdin-Bromley sudah ditakdirkan dengan membawa kelainan genetika yang dikenal primordial dwarfism, yaitu suatu bentuk kelainan fisik yang hanya mengalami pertumbuhan terbatas pada usia kanak-kanak (biasanya menyerupai fisik manusia berusia sekitar di bawah lima tahun). Ada cukup banyak mereka yang mengidap kelainan fisik seperti Kenadie, bahkan di negeri kita sendiri.

Dikenal pula dengan nama Little Kenadie, bocah ini dilahirkan pada tanggal 13 Pebruari 2003, dan usianya sekarang sudah 5 tahun. Anda lihat sendiri foto-foto yang khusus diberikan oleh Kenadie kepada seluruh dunia, untuk mengingatkan agar kita selalu bersyukur dengan hidup kita sekarang ini.

Inilah kata-kata dari kedua orangtua Kenadie, Brianne Jourdin (Ibu) dan Court Bromley (Ayah) mengenai Kenadie. Mungkin kita bisa mengambil hikmahnya dari sini.

I used to have a hard time with this whole situation. Not because Kenadie was anything but wonderful, but it was just a lot. A heavy brain full of things to remember to ask or do or find!

I always felt guilty for accepting help because Kenadie is my child, and I should be able to do it all. Then opportunities started appearing, and I thought I could either pass them up, or take them.

Kenadie has a special gift to warm people’s souls… I guess I wanted her all to myself. I feel like I could never say thank you enough, so I’ll say it now, for all the times I may forget to.

THANK YOU.

http://littlekenadie.com
http://www.primordialdwarfism.com/

UNTUK WANITA TAHU

Mereka terlahir untuk cemas dan selalu mencemaskan sesuatu. Bangga apabila mendengar istilah emansipasi dan persamaan hak, sementara mereka pun tidak tahu artinya. Mereka begitu percaya diri dengan blus yang dikenakan dari Senin hingga Jumat. Atau mereka bisa berjalan tegak dengan menggantungkan tas kulit berisi silabus mata kuliah. Semakin sempurna menutup anggapan kaum pria jika mereka adalah makhluk yang lemah. Sesungguhnya mereka tidak lemah, tapi mereka tahu untuk menggunakan kekuatan.

Wanita yang aku tahu, selalu lebih banyak ketimbang jenis kelamin pria. Tapi wanita yang aku tahu pula, terlihat seolah lebih dominan ketimbang pria. Responsif dan cenderung tidak menggunakan akal sehat. Mereka menggunakan perasaaan, karena itu lah mereka terlihat lebih natural. Mereka para wanita tidak menggunakan akal dan logikanya, tapi mereka punya insting yang cukup tajam, bahkan lebih tajam ketimbang anjing polisi paling terlatih sekalipun. Insting yang begitu alami, sehingga sering membuat pria terlihat menjadi bodoh dan tolol. Kata-kata yang mempesona tanpa isi, tapi karena itu lah sering menjadikan pria makhluk yang seolah terlihat tidak berharga.

Kata-kata yang mengharukan, tangisan yang menyesakkan, dan rengekan yang mengibakan, bukanlah menandakan mereka lemah, tapi justru adalah senjata yang lebih mematikan ketimbang yang pernah ditudingkan oleh Bush. Lenggang tubuh yang lemah gemulai itu, bukanlah mereka itu tidak mampu melakukan seperti apa yang dibanggakan kaum pria, tapi justru sebaliknya karena itulah mereka menjadi dominan. Bukan senyuman atau kata-kata manja yang membuaikan, tapi itulah cara mereka untuk menyerang sifat sombong kaum pria. Secret weapon, lethal weapon, mass destructive weapon, mereka memilikinya karena mereka sangat alami.

Jika engkau tahu, mereka adalah makhluk yang paling rumit yang pernah diciptakan, jauh lebih rumit ketimbang struktur lintasan atom di California. Merekalah makhluk yang paling indah, bahkan lebih indah dari lukisan Madonna dan Monalisa. Mereka memiliki payudara, pinggul yang lebar, dan liang vagina, semuanya adalah sumber kehidupan paling agung, penentu pelestarian. Tanpa banyak disadari oleh ahli kitab, kaum wanita sesunggunya diberikan amanah untuk menjaga kelestarian hidup. Sayang sekali, tidak sedikit pria-pria terhormat yang merusak dan menyelewengkan amanah mereka.

Mereka memiliki dua tangan yang berbeda dengan standar tangan yang dimiliki kaum pria. Allah begitu sempurna menciptakan dua tangan wanita yang begitu rumit. Mampu menjaga dan mengasihi banyak anak pada waktu yang bersamaan. Pelukannya bisa menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan. Hanya dengan dua tangan wanita, kekuatan yang lebih dasyat ketimbang kekuatan untuk menggerakkan planet Bumi. Kekuatan yang indah karena terbungkus oleh kelembutan.

Jangan percaya jika engkau melihat pria mengeluarkan air mata, tapi jangan sekalipun engkau meremehkan ketika melihat wanita mengeluarkan air mata. Bagi mereka kaum wanita, air mata merupakan salah satu cara yang paling indah untuk mengungkapkan atau menekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.
Jangan pernah lupa, jika wanita memiliki kekkuatan yang tidak dimiliki oleh kaum pria, yaitu kekuatan untuk mengatasi beban yang sama sekali tidak bisa diatasi oleh kaum pria.

Mereka kaum wanita yang aku tahu sangatlah pandai menyimpan, atau tepatnya menyembunyikan isi hati dan perasaannya, dan terkadang bahkan pendapatnya sendiri. Masihkah engkau tidak melihat? Mereka masih mampu tersenyum sekalipun hatinya sedang menjerit, menyanyi sekalipun hatinya sedang menangis, dan bahkan tertawa ketika sedang ketakutan. Mampukah pria melakukannya? Mereka mampu melakukannya.

Mereka jauh lebih berani untuk berkorban untuk sesuatu/seseorang yang dicintainya, keberanian yang tidak pernah kita bayangkan. Sejarah telah mencatatnya berulang-ulang, fakta yang tak terbantahkan. Jikapun diperlukan, mereka mampu berdiri untuk melawan ketidakadilan, dan sejarah pun sudah mencatatnya berulangkali. Sekalipun mereka ini tidak menolak jika melihat yang lebih baik, namun mereka pun tidak ingin jika ada yang lebih baik dari diri mereka sendiri. Ego? Jangan tanya lagi seberapa besar keinginan mereka untuk menguasai dan memiliki sesuatu yang paling dicintainya. Sekali lagi, sejarah sudah mencatatnya dan selalu saja terulang.

Sejenak ingin saya tunjukkan dari suatu kitab kehidupan tentang catatan wanita, cobalah engkau simak berikut ini:
Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang,
Dia menjadi girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa,
Dia akan selalu bahagia apabila mendengar berita kelahiran,
Dia akan menjadi sedih apabila mendengar berita sakit dan kematian
Satu hal, mereka kaum wanita memiliki kekuatan untuk mengatasi hidup, dan sejarah pun akhirnya mengakui dan mencatatnya. Mereka sangat paham apabila sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.

Satu hal pula yang aku tahu tentang wanita, mereka seringkali lupa jika diri mereka begitu berharga. Mereka menutupnya dengan istilah feminis dan kehormatan, tapi mereka toh akhirnya tidak berdaya melawan perasaannya sendiri. Mereka seringkali mempertontonkan kelemahan sebagai kelemahan dan menjadikan diri mereka bodoh. Saya tidak perlu menunjukkan di mana mereka berada, karena mereka selalu ada di mana engkau akan menemukannya. Terkadang, aku selalu mengingat jika mereka begitu pandai untuk menutup perasaan mereka. Seringkali bahkan pria menjadi bodoh karenanya. Mereka bukanlah untuk dicari kaum pria, sebaliknya mereka yang mencari. Tidak ada aturan tapi begitulah hukum alam menuliskannya.

(Disadur ulang dari http://leo4kusuma.multiply.com/journal seijin penulisnya)

STOP KEKERASAN PADA WANITA!!

Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan ia melontarkan
kata-kata menyakitkan. Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena hari ini ia mengirim aku bunga.

Aku mendapat bunga hari ini. Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami. Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku. Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena ia mengirim bunga padaku hari ini.

Aku mendapat bunga hari ini, padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain. Semalam ia memukuli aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu. Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya.
Aku tidak punya uang. Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku? Namun, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam, karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.

Ada bunga untukku hari ini. Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku. Ia menganiayaku sampai mati tadi malam. Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya, aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini…

Untaian cerita di atas hanyalah ilustrasi fiktif yang menggambarkan bentuk kekerasan terhadap kaum perempuan. Mereka tidaklah diciptakan untuk disakiti, tapi sebaliknya mereka (perempuan) diciptakan sangat istimewa untuk menyejukkan jiwa. Mereka (perempuan) bukan tidak bisa melawan, atau membela diri, tapi suatu saat mereka akan melawan dengan cara mereka sendiri yang tidak pernah kita semua bisa bayangkan akibatnya. Jangan biarkan kekerasan terjadi di lingkungan Anda. Rasanya tidak hanya cukup dengan STOP, akan tetapi LAWAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN!

Kabar baik, kekerasan terhadap perempuan sudah menjadi tanggungjawab kita bersama. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 65 Tahun 2005 Tentang Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, aksi ataupun tindakan yang mengarah langsung pada kekerasan terhadap perempuan sudah menjadi tindakan melawan hukum (kriminal). Jika Anda menemukan adanya kekerasan terhadap perempuan di sekitar lingkungan Anda, segeralah laporkan kepada pihak berwajib (Kepolisian) setempat.

Yogyakarta, 8 Agustus 2008

MELUPAKAN MASA LALU? (NEW SCIENCES FACT INSIDE)

Seringkali kita mendengar nasehat yang katakan untuk melupakan atau meninggalkan masa lalu. Siapapun akan mengakui, kata-kata ini hanya berlaku dan hanya dikatakan sehubungan dengan sesuatu yang kurang menyenangkan di masa lalu. Tentunya, anjuran atau nasehat ini tidak berlaku apabila sesuatu di masa lalu adalah kejadian yang menyenangkan atau membahagiakan. Perbedaannya, jika pada kondisi yang pertama, dianjurkan untuk melupakan, sedangkan pada kondisi kedua justru tidak ada tindakan apapun. Persamaannya, keduanya adalah satu atau lebih peristiwa yang melewati masa hidup seseorang, dan keduanya pula sama-sama masuk dalam ingatan seseorang. Lalu, mengapa sampai ada anjuran untuk melupakan?

Suatu ketika Anda melewati sebuah gang yang belum pernah Anda lalui. Ada dua kemungkinan kejadian. Pertama, Anda bisa melewati gang tersebut tanpa tersesat. Kemungkinan kedua, Anda tersesat atau kesulitan untuk melewati jalur di gang tersebut. Bisa jadi pada kemungkinan kedua ini Anda mengalami kejadian yang kurang menyenangkan. Jika pada kemungkinan pertama, Anda tidak akan melakukan aksi apapun setelahnya, maka pada kemungkinan kedua, Anda dianjurkan untuk melupakan kejadian tersebut. Artinya, di sini Anda akan mengambil tindakan untuk tidak melupakan kesalahan yang sama sehingga membuat Anda tersesat. Ilustrasi ini tidak banyak beda dengan situasi melupakan masa lalu. Apakah seperti ini yang diharapkan?

Jika jawaban Anda adalah ‘Ya’, atau mengambil aksi untuk melupakan kejadian kurang menyenangkan tadi, maka ada dua kemungkinan kondisi yang akan Anda alami. Pertama, Anda tidak akan melewati gang itu, atau menjauhi segala sesuatu yang Anda kurang kenal dengan baik. Kondisi kedua, Anda berada dalam pikiran ekstra ketakutan dan ekstra hati-hati apabila suatu saat nanti melewati situasi yang serupa. Besar kemungkinan, Anda tidak akan pernah berani melakukannya karena adanya ketakutan terulangnya kesalahan yang sama. Jika yang dimaksudkan adalah anjuran untuk melupakan, maka seperti inilah kondisi yang akan Anda alami.

Fakta Sains
Fakta sains terbaru menemukan segala tindakan/aksi yang berusaha untuk memblokir peristiwa/kejadian kurang menyenangkan di masa lalu. Otak manusia memiliki fungsi merespon setiap peristiwa setiap saat (real time), menyimpannya, dan kemudian mengingat (uploading). Ketiga fungsi otak ini bisa dikendalikan secara sadar, akan tetapi bisa pula bekerja tanpa disadari oleh pemiliknya. Seperti fungsi otak untuk memuat data (uploading) tidak hanya bisa dilakukan secara sadar, akan tetapi bisa dilakukan tanpa sadar. Ini bukanlah suatu kesalahan moorfologis, akan tetapi seperti demikianlah fungsi dan kerja otak manusia yang normal (Ishani Ganguli, 2007).

Melupakan ingatan di masa lalu, berarti melakukan aksi untuk memblok fungsi otak yang tanpa sadar untuk memuatkan data. Menurut Ishani Ganguli (2007), tindakan ini dianggap sia-sia karena syaraf otak tersusun atas sel yang sangat halus dan bukan tergolong sebagai syaraf motorik. Itu sama saja Anda memiliki tangan, tapi dipaksakan untuk tidak berfungsi dengan sebagaimana mestinya. Fakta sains mengenai syaraf otak juga telah membuktikan jika fungsi pemuatan data tanpa sadar pada otak tidak dapat dihentikan atau diblokir, akan tetapi hanya dapat ditunda. Kajian dari Universitas Colorado tentang teori dari Sigmund Freud mengenai fungsi otak menemukan jika penundaan secara terus menerus akan menimbulkan efek psikis di mana salah satunya disebut trauma.

Para ahli berupaya untuk menghentikan fungsi kerja otak yang menyebabkan seseorang teringat kembali peristiwa kurang menyenangkan di masa lalu secara medis. Riset ini terutama dilakukan untuk prajurit perang yang mengalami trauma paska penugasan. Hingga sejauh ini, metode medis untuk memblokir fungsi otak untuk memuat data tanpa sadar dilakukan dengan obat-obatan psikotropika seperti narkotika, mariyuana, ganja, ekstasi, dan hingga alkohol (Jonathan Foster, 2003). Obat-obatan tersebut diyakini secara medis dapat menghentikan (sementara) efek traumatis akibat tindakan paksa untuk menghentikan fungsi pemuatan data (memori) otak secara paksa. Sekalipun demikian, tanpa diikuti terapi psikis yang tepat, metode pengobatan seperti ini akan sia-sia.

Otak manusia bukanlah seperti media penyimpan yang dapat mudah dihilangkan (delete) atau dimusnahkan. Otak manusia dan segala aktivitas yang terdapat di dalamnya berinteraksi dengan keseluruhan organ tubuh, termasuk juga dengan perasaan (emosi).

Meluruskan Anjuran
Anjuran ataupun nasehat untuk melupakan masa lalu untuk menjadi lebih baik di masa depan bukanlah anjuran yang keliru, akan tetapi perlu kiranya untuk dimaknai lebih mendalam. Ada yang menambahkan dengan belajar dari kesalahan di masa lalu, itu juga baik jika dan jika hanya bisa melengkapi. Permasalahannya, siapapun yang mengalaminya umumnya lebih terfokus pada kondisi untuk berupaya melupakan secara emosional. Lebih tepatnya, sebagian besar dan kebanyakan orang yang mengalami situasi seperti ini lebih merasakan keinginan untuk melupakan, akan tetapi tidak diikuti dengan kemauan pembelajaran. Ini adalah reaksi yang sangat alami karena pada kondisi ini, faktor emosi akan jauh lebih dominan.

Sigmund Freud menjelaskan tidak ada alasan untuk melawan memori karena hal itu sama saja akan semakin mempercepat proses traumatis pada diri seseorang. Ini berarti, segala bentuk pikiran dan tindakan untuk melawan (menghindar) dari masa lalu sama saja dengan upaya untuk melawan diri sendiri. Freud justru lebih menganjurkan untuk memanfaatkan fungsi tubuh yang dikombinasikan dengan unsur kejiwaan sebagai solusi alternatif. Fungsi otak adalah untuk berpikir, termasuk di dalamnya berpikir untuk memecahkan masalah. Ini berarti ketimbang harus bersusah payah melupakan masa lalu, akan lebih baik melakukan evaluasi dan sekaligus melakukan instrospeksi terhadap diri sendiri. Para pakar bahkan setuju apabila tidak dianjurkan bagi individu untuk melakukan aksi memblokir fungsi otak untuk alasan apapun (Regina Pally, 1995).

Dari fakta sains dan anjuran pakar, langkah awal berkaitan dengan masalah di masa lalu adalah menenangkan pikiran terlebih dahulu. Untuk ini, seseorang harus belajar untuk bisa melepaskan atau mengesampingkan ego terlebih dahulu. Bukan salah Anda apabila sampai tersesat ketika melewati gang yang baru saja Anda lewati. Bukan pula salah si pembuat gang apabila mereka membuatkannya untuk semua orang. Anda tidak akan bisa memahami dengan baik apa yang baru saja terjadi apabila Anda enggan untuk peduli mengapa Anda melakukannya dan bagaimana Anda melakukannya. Pada tahap melepaskan ego, barulah tahap awal dari apa yang nantinya disebut pembalajaran diri dan pendewasaan diri sendiri. Seseorang dianggap dewasa salah satunya apabila mampu menyelaraskan antara pikiran dan perasaannya.

Pada akhirnya, semua kembali kepada sikap dari masing-masing individu untuk menindaklanjuti. Kita semua menghargai apa yang disebut dengan proses, dan kita pun harus mengakui bahwa ada proses, maka juga harus ada progres (kemajuan). Kita harus pahami pula jika masa lalu tidak akan pernah bisa hilang dari ingatan, karena masa lalu selalu punya cara untuk menyelinap ke dalam pikiran kita. Baik atau buruk, itu semua adalah hasil perbuatan yang sudah di atur oleh Sang Pencipta, dan kita patut untuk mensyukurinya. Mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa juga menjadi bagian yang penting dari proses. Kualitas individu bukan dilihat dari hasil perbuatan, akan tetapi dilihat dari cara individu dalam menyelesaikannya di akhir sehingga menjadi sesuatu yang baru dan lebih baik di masa yang akan datang.

Referensi
Daniel L. Schacter, 2002, The Seven Sins of Memory, Houghton Mifflin Company Pub., New York.
Ishani Ganguli, 2007, Learning to Forget Your Unhappy Past, Reuter’s News in Science (link)
Jonathan Foster, 2003, Memory: Anatomical Regions, Physiological Networks and Cognitive Interactions,
Masson Pub, Rome (Italy).
Regina Pally, 1995, “Memory: Brain Systems That Link Past, Present And Future”, International Journal of
Psycho-Analysis, No 78 (1223-1234).
Sigmund Freud, 1991, The Essentials of Psychoanalysis, Recover Edition, Penguin Pub., New York.

In My Life

There are places I’ll remember
All my life though some have changed
Some forever not for better
Some have gone and some remain
All these places have their moments
With lovers and friends I still can recall
Some are dead and some are living
In my life I’ve loved them all

But of all these friends and lovers
There is no one compares with you
And these memories lose their meaning
When I think of love as something new
Though I know I’ll never lose affection
For people and things that went before
I know I’ll often stop and think about them
In my life I love you more

Though I know I’ll never lose affection
For people and things that went before
I know I’ll often stop and think about them
In my life I love you more
In my life I love you more

In My Life (The Beatles, 1965)

5 Karakter Wanita Calon Ibu Bagi Anak-Anakku

Aku percaya, suatu relationship akan membentuk cara berpikir dan karakter seseorang, atau mungkin juga orang lain. Relationship merupakan suatu cara untuk pemenuhan kebutuhan manusia yang paling dasar, yaitu kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu merasa dirinya menjadi bagian dari sekelompok orang, maupun seseorang yang berada di luar dirinya atau lingkungannya sendiri. Jika mau disebut sebagai proses, apapun yang terjadi dalam relationship, setiap orang berhak dan layak untuk mendapatkan pasangan yang tepat untuk dirinya sendiri.

Seorang teman memberikan pandangan tentang seseorang yang disebut tepat menjadi pasangan hidup. Soal seiman atau taat beribadah, ini sudah menjadi pedoman yang tidak bisa ditawar lagi. Tapi soal sehati, masih sangat sulit untuk bisa menebaknya. Berpedoman pada keistimewaan hati wanita, aku menentukan 5 karakter yang akan aku cari dari wanita yang suatu saat nanti akan menjadi ibu dari anak-anakku.

Kriteria Dapat Dipercaya (Thrustworthy)
Sejarah telah mencatat dan membuktikan jika wanita adalah salah satu dari godaan dunia. Jika pria penggoda harus beraksi, maka wanita hanyalah cukup diam. Tidak hanya itu, hati wanita juga bisa mudah untuk berubah mengikuti pikirannya. Sulit sekali dan bahkan sebaiknya tidak perlu terlalu memaksakan suatu kesetiaan kepada wanita yang belum dinikahi. Karakter penggoda ditambah hati yang bisa mudah berubah menyebabkan kesetiaan adalah suatu pelajaran yang sangat mahal. Namun, dibalik semua itu wanita memiliki keistimewaan untuk mampu membalikkan keadaan.

Aku menempatkan kriteria “Dapat Dipercaya” pada urutan pertama mengingat salah satu kondisi penting untuk mewujudkan cinta sejati adalah kepercayaan. Jika nanti menjadi istri dan sekaligus ibu rumah tangga, maka wanita adalah benteng moral terakhir. Inilah mengapa Islam selalu menyebutkan wanita sebagai pakaian suami. Baik tidaknya moral dari rumah tangga, sangat besar sekali ditentukan oleh dapat dipercaya atau tidaknya wanita yang ada di rumah. Bagaimana dengan pria? Jika suatu saat nanti berumah tangga, pria umumnya terlalu sibuk untuk mengurus kebutuhan ekonomi keluarga sehingga kontribusi pria ke dalam rumah tangga tidak akan banyak berarti jika tidak didukung oleh pihak wanita (istri).

Kriteria Pemberi (Givers)
Salah satu keisitimewaan penciptaan wanita adalah karakter pemberi (giver) yang ada pada dirinya. Suatu karakter penciptaan yang teramat istimewa sehingga menjadikan wanita mewakili hukum pelestarian secara universal. Dari karakter fisik yang istimewa ini, wanita memiliki sifat dan karakter pemberi (givers) kepada siapapun yang dia sayangi dan cintai.

Penting kiranya kriteria pemberi (givers) ditempatkan pada urutan kedua karena keistimewaan secara fisik dari wanita. Jika wanita sudah jatuh cinta, maka sudah menjadi kodrat pembawaannya untuk mau memberikan segala sesuatunya kepada siapapun yang dicintainya. Tidak perlu berpikir jauh tentang seks, cukuplah berpikir tentang sifat perhatian dan peduli. Kriteria ini haruslah mutlak pula ada pada wanita yang aku pilih. Jika suatu saat nanti telah menikah, maka sifat pemberi ini akan lebih banyak diberikan kepada anak-anaknya. Jika saja ketika sebelum menikah (berpacaran) sifat pemberi sudah meragukan, besar kemungkinan ketika menikah nanti wanita ini tidak banyak peduli dengan anak-anaknya sendiri. Anda harus menjadi insiator dan sekaligus memotivasi wanita yang Anda cintai untuk mau menjalankan fungsi kriteria memberi dengan cara memberikan kesempatan kepadanya untuk melakukannya. Jika yang dimaksudkan adalah soal seks, benar sekali wanita akan memberikan tubuhnya kepada dan hanya kepada pria yang dicintai. Namun, lebih dari itu aku harus berpikir pula jika suatu saat ketika menikah, rasa cintanya akan lebih banyak diberikan kepada anak-anaknya.

Kriteria Fleksibel (Flexible)
Seperti kita ketahui, relationship tidak hanya akan berjalan datar, tapi besar kemungkinan pula menjadi dinamis. Hal ini mengikuti karakter biologis wanita yang selalu dipengaruhi oleh masa pematangan indung telur. Di masa subur, wanita akan cenderung dekat dan suka jika berinteraksi secara emosional dengan pria. Di kala masa haid, wanita akan cenderung kurang suka apabila berinteraksi secara emosional dengan pria. Oleh karenanya, wanita diberikan keistimewaan kendali diri ataupun kontrol emosi yang sifatnya fleksibel. Artinya, jika suatu saat wanita menjauh, maka ketika masanya berlalu, wanita bisa pula untuk mendekat kembali.

Sekalipun berada pada urutan ketiga, kriteria fleksibel termasuk yang paling sulit dilakukan oleh kebanyakan wanita. Seringkali dalam suatu relationship, terjadi suatu komunikasi yang stagnan karena sesuatu hal. Pada kondisi ini, tidak jarang wanita akan mengeluarkan suatu pernyataan yang terlihat seolah seperti keputusan yang dramatis. Jika masanya telah berlalu, wanita akan tersadar dengan sendirinya dan kemudian akan terdorong untuk memperbaiki hubungan. Wanita yang baik, dan yang aku pilih adalah mereka yang memiliki kriteria untuk mengembalikan hubungan apabila berada dalam kondisi stagnan. Soal waktu bukan menjadi ukuran, akan tetapi kemauan yang paling utama.

Lalu, apa pentingnya kriteria ini? Jika sudah berumah tangga nanti, semakin fleksibel sifat dan pikiran dari wanita (pendamping hidup), maka akan semakin baik pula kemauannya untuk tetap menjaga keutuhan rumah tangganya sendiri. Dalam hal ini, wanita tersebut dinyatakan telah mampu mengesampingkan egonya demi sesuatu yang jauh lebih penting dan berharga, yaitu anak-anaknya dan suaminya.

Ketiga kriteria wanita pilihan di atas adalah kriteria yang paling utama dan dicari dari wanita yang Insya Allah akan menjadi ibu bagi anak-anakku kelak. Adalagi dua kriteria tambahan yang sifatnya opsional.

Kriteria “Enhancer”
“Enhance” dalam bahasa Indonesia diartikan segala sesuatu (tindakan/sikap) yang dapat mempertinggi nilai dari sesuatu yang lain. Kita tahu, dalam rumah tangga wanita adalah orang kedua di rumah. Fungsi wanita (istri) tidak semata untuk mengurus rumah ataupun memberikan dan membesarkan anak, akan tetapi juga punya peran moral yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Wanita yang baik adalah mereka yang punya cara berpikir, sikap, dan tindakan yang dapat menjadikan segala sesuatunya menjadi lebih berharga atau bernilai. Misal, sebelum bertemu wanita A, aku bukanlah apa-apa, akan tetapi setelah mencintainya, kini aku mampu menghasilkan sesuatu yang jauh lebih bernilai dari sebelumnya. Di sini, wanita A yang menjadi motivasi dan sekaligus sumber inspirasi aku untuk melakukan yang terbaik untuk hidupku.

Kriteria ‘Enhancer’ sekalipun bukan merupakan syarat utama, akan tetapi perlu ada dalam diri seorang wanita yang kelak akan menjadi orang kedua di rumah. Wanita pilihan setidaknya harus bisa menjadikan dirinya inspirasi dan sekaligus motivator bagi pasangannya untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. Ini berarti, aku mencintai wanita pilihanku bukan semata karena fisik ataupun sekedar ungkapan perasaan atau nafsu, akan tetapi juga karena ingin menjadi lebih baik di kemudian hari.

Kriteria “Fucker”
Kriteria ini berhubungan dengan salah satu dari sekian banyak fungsi organ kelamin ataupun tubuh dari wanita, yaitu fungsi untuk memberikan kenikmatan secara seksual. Tubuh wanita memiliki fungsi yang sesungguhnya teramat rumit. Salah satunya pula adalah untuk menarik lawan jenis dan sekaligus untuk membangkitkan nafsu seksual. Jika tidak ada sedikitpun ketertarikan secara seksual, rasanya sulit membenarkan seseorang mencintai lawan jenisnya. Apabila Anda membaca literatur ataupun sumber tentang rahasia di balik hubungan intim, di situ Anda akan mengetahui benang merah kepuasan seksual yang terletak pada besarnya daya tarik seksual dari pihak si wanita yang diberikan kepada pria yang dicintainya.

Kriteria wanita pilihan yang satu ini sesungguhnya sangat bersifat opsional, akan tetapi tetap diperlukan. Cukup banyak kejadian ataupun kasus dalam rumah tangga di mana perselingkuhan ataupun perbuatan amoral lain di luar nikah bersumber dari minimnya kepuasan seksual yang diberikan oleh istri. Ada beberapa kemungkinan, bisa jadi dikarenakan faktor kesehatan, permasalahan psikis, dan selera. Oleh karenanya, sejak awal para pria, terutama diriku sendiri harus meyakinkan sendiri apabila calon wanita yang dipilih telah mampu memenuhi kriteria mampu mencukupi kebutuhan seksual dari lawan jenisnya. Kriteria ini sesungguhnya pula masih berhubungan dengan kriteria utama, yaitu kriteria pemberi (givers). Sekali lagi, kriteria ‘Fucker’ bersifat sangat opsional.

Alasan paling mendasar untuk menetapkan kelima kriteria wanita pilihan untuk menjadi ibu dari anak-anakku kelak, didasarkan pada motif menjaga keutuhan rumahtangga. Dalam hal ini, wanita adalah orang kedua di rumah yang memegang peranan sebagai benteng terakhir moral keluarga. Kelima kriteria di atas pada prinsipnya pula mengikuti naluri keibuan yang terdapat dalam diri seorang wanita, tidak semata hanya naluri kewanitaan. Anda mesti memahami jika kelima kriteria di atas tidak semata hanya untuk kepentinganku sendiri, akan tetapi yang paling penting adalah untuk anak-anakku, generasi yang kelak akan mengurus negara ini.

Yogyakarta, 16 Juni 2008