5 Karakter Wanita Calon Ibu Bagi Anak-Anakku

Aku percaya, suatu relationship akan membentuk cara berpikir dan karakter seseorang, atau mungkin juga orang lain. Relationship merupakan suatu cara untuk pemenuhan kebutuhan manusia yang paling dasar, yaitu kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu merasa dirinya menjadi bagian dari sekelompok orang, maupun seseorang yang berada di luar dirinya atau lingkungannya sendiri. Jika mau disebut sebagai proses, apapun yang terjadi dalam relationship, setiap orang berhak dan layak untuk mendapatkan pasangan yang tepat untuk dirinya sendiri.

Seorang teman memberikan pandangan tentang seseorang yang disebut tepat menjadi pasangan hidup. Soal seiman atau taat beribadah, ini sudah menjadi pedoman yang tidak bisa ditawar lagi. Tapi soal sehati, masih sangat sulit untuk bisa menebaknya. Berpedoman pada keistimewaan hati wanita, aku menentukan 5 karakter yang akan aku cari dari wanita yang suatu saat nanti akan menjadi ibu dari anak-anakku.

Kriteria Dapat Dipercaya (Thrustworthy)
Sejarah telah mencatat dan membuktikan jika wanita adalah salah satu dari godaan dunia. Jika pria penggoda harus beraksi, maka wanita hanyalah cukup diam. Tidak hanya itu, hati wanita juga bisa mudah untuk berubah mengikuti pikirannya. Sulit sekali dan bahkan sebaiknya tidak perlu terlalu memaksakan suatu kesetiaan kepada wanita yang belum dinikahi. Karakter penggoda ditambah hati yang bisa mudah berubah menyebabkan kesetiaan adalah suatu pelajaran yang sangat mahal. Namun, dibalik semua itu wanita memiliki keistimewaan untuk mampu membalikkan keadaan.

Aku menempatkan kriteria “Dapat Dipercaya” pada urutan pertama mengingat salah satu kondisi penting untuk mewujudkan cinta sejati adalah kepercayaan. Jika nanti menjadi istri dan sekaligus ibu rumah tangga, maka wanita adalah benteng moral terakhir. Inilah mengapa Islam selalu menyebutkan wanita sebagai pakaian suami. Baik tidaknya moral dari rumah tangga, sangat besar sekali ditentukan oleh dapat dipercaya atau tidaknya wanita yang ada di rumah. Bagaimana dengan pria? Jika suatu saat nanti berumah tangga, pria umumnya terlalu sibuk untuk mengurus kebutuhan ekonomi keluarga sehingga kontribusi pria ke dalam rumah tangga tidak akan banyak berarti jika tidak didukung oleh pihak wanita (istri).

Kriteria Pemberi (Givers)
Salah satu keisitimewaan penciptaan wanita adalah karakter pemberi (giver) yang ada pada dirinya. Suatu karakter penciptaan yang teramat istimewa sehingga menjadikan wanita mewakili hukum pelestarian secara universal. Dari karakter fisik yang istimewa ini, wanita memiliki sifat dan karakter pemberi (givers) kepada siapapun yang dia sayangi dan cintai.

Penting kiranya kriteria pemberi (givers) ditempatkan pada urutan kedua karena keistimewaan secara fisik dari wanita. Jika wanita sudah jatuh cinta, maka sudah menjadi kodrat pembawaannya untuk mau memberikan segala sesuatunya kepada siapapun yang dicintainya. Tidak perlu berpikir jauh tentang seks, cukuplah berpikir tentang sifat perhatian dan peduli. Kriteria ini haruslah mutlak pula ada pada wanita yang aku pilih. Jika suatu saat nanti telah menikah, maka sifat pemberi ini akan lebih banyak diberikan kepada anak-anaknya. Jika saja ketika sebelum menikah (berpacaran) sifat pemberi sudah meragukan, besar kemungkinan ketika menikah nanti wanita ini tidak banyak peduli dengan anak-anaknya sendiri. Anda harus menjadi insiator dan sekaligus memotivasi wanita yang Anda cintai untuk mau menjalankan fungsi kriteria memberi dengan cara memberikan kesempatan kepadanya untuk melakukannya. Jika yang dimaksudkan adalah soal seks, benar sekali wanita akan memberikan tubuhnya kepada dan hanya kepada pria yang dicintai. Namun, lebih dari itu aku harus berpikir pula jika suatu saat ketika menikah, rasa cintanya akan lebih banyak diberikan kepada anak-anaknya.

Kriteria Fleksibel (Flexible)
Seperti kita ketahui, relationship tidak hanya akan berjalan datar, tapi besar kemungkinan pula menjadi dinamis. Hal ini mengikuti karakter biologis wanita yang selalu dipengaruhi oleh masa pematangan indung telur. Di masa subur, wanita akan cenderung dekat dan suka jika berinteraksi secara emosional dengan pria. Di kala masa haid, wanita akan cenderung kurang suka apabila berinteraksi secara emosional dengan pria. Oleh karenanya, wanita diberikan keistimewaan kendali diri ataupun kontrol emosi yang sifatnya fleksibel. Artinya, jika suatu saat wanita menjauh, maka ketika masanya berlalu, wanita bisa pula untuk mendekat kembali.

Sekalipun berada pada urutan ketiga, kriteria fleksibel termasuk yang paling sulit dilakukan oleh kebanyakan wanita. Seringkali dalam suatu relationship, terjadi suatu komunikasi yang stagnan karena sesuatu hal. Pada kondisi ini, tidak jarang wanita akan mengeluarkan suatu pernyataan yang terlihat seolah seperti keputusan yang dramatis. Jika masanya telah berlalu, wanita akan tersadar dengan sendirinya dan kemudian akan terdorong untuk memperbaiki hubungan. Wanita yang baik, dan yang aku pilih adalah mereka yang memiliki kriteria untuk mengembalikan hubungan apabila berada dalam kondisi stagnan. Soal waktu bukan menjadi ukuran, akan tetapi kemauan yang paling utama.

Lalu, apa pentingnya kriteria ini? Jika sudah berumah tangga nanti, semakin fleksibel sifat dan pikiran dari wanita (pendamping hidup), maka akan semakin baik pula kemauannya untuk tetap menjaga keutuhan rumah tangganya sendiri. Dalam hal ini, wanita tersebut dinyatakan telah mampu mengesampingkan egonya demi sesuatu yang jauh lebih penting dan berharga, yaitu anak-anaknya dan suaminya.

Ketiga kriteria wanita pilihan di atas adalah kriteria yang paling utama dan dicari dari wanita yang Insya Allah akan menjadi ibu bagi anak-anakku kelak. Adalagi dua kriteria tambahan yang sifatnya opsional.

Kriteria “Enhancer”
“Enhance” dalam bahasa Indonesia diartikan segala sesuatu (tindakan/sikap) yang dapat mempertinggi nilai dari sesuatu yang lain. Kita tahu, dalam rumah tangga wanita adalah orang kedua di rumah. Fungsi wanita (istri) tidak semata untuk mengurus rumah ataupun memberikan dan membesarkan anak, akan tetapi juga punya peran moral yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Wanita yang baik adalah mereka yang punya cara berpikir, sikap, dan tindakan yang dapat menjadikan segala sesuatunya menjadi lebih berharga atau bernilai. Misal, sebelum bertemu wanita A, aku bukanlah apa-apa, akan tetapi setelah mencintainya, kini aku mampu menghasilkan sesuatu yang jauh lebih bernilai dari sebelumnya. Di sini, wanita A yang menjadi motivasi dan sekaligus sumber inspirasi aku untuk melakukan yang terbaik untuk hidupku.

Kriteria ‘Enhancer’ sekalipun bukan merupakan syarat utama, akan tetapi perlu ada dalam diri seorang wanita yang kelak akan menjadi orang kedua di rumah. Wanita pilihan setidaknya harus bisa menjadikan dirinya inspirasi dan sekaligus motivator bagi pasangannya untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. Ini berarti, aku mencintai wanita pilihanku bukan semata karena fisik ataupun sekedar ungkapan perasaan atau nafsu, akan tetapi juga karena ingin menjadi lebih baik di kemudian hari.

Kriteria “Fucker”
Kriteria ini berhubungan dengan salah satu dari sekian banyak fungsi organ kelamin ataupun tubuh dari wanita, yaitu fungsi untuk memberikan kenikmatan secara seksual. Tubuh wanita memiliki fungsi yang sesungguhnya teramat rumit. Salah satunya pula adalah untuk menarik lawan jenis dan sekaligus untuk membangkitkan nafsu seksual. Jika tidak ada sedikitpun ketertarikan secara seksual, rasanya sulit membenarkan seseorang mencintai lawan jenisnya. Apabila Anda membaca literatur ataupun sumber tentang rahasia di balik hubungan intim, di situ Anda akan mengetahui benang merah kepuasan seksual yang terletak pada besarnya daya tarik seksual dari pihak si wanita yang diberikan kepada pria yang dicintainya.

Kriteria wanita pilihan yang satu ini sesungguhnya sangat bersifat opsional, akan tetapi tetap diperlukan. Cukup banyak kejadian ataupun kasus dalam rumah tangga di mana perselingkuhan ataupun perbuatan amoral lain di luar nikah bersumber dari minimnya kepuasan seksual yang diberikan oleh istri. Ada beberapa kemungkinan, bisa jadi dikarenakan faktor kesehatan, permasalahan psikis, dan selera. Oleh karenanya, sejak awal para pria, terutama diriku sendiri harus meyakinkan sendiri apabila calon wanita yang dipilih telah mampu memenuhi kriteria mampu mencukupi kebutuhan seksual dari lawan jenisnya. Kriteria ini sesungguhnya pula masih berhubungan dengan kriteria utama, yaitu kriteria pemberi (givers). Sekali lagi, kriteria ‘Fucker’ bersifat sangat opsional.

Alasan paling mendasar untuk menetapkan kelima kriteria wanita pilihan untuk menjadi ibu dari anak-anakku kelak, didasarkan pada motif menjaga keutuhan rumahtangga. Dalam hal ini, wanita adalah orang kedua di rumah yang memegang peranan sebagai benteng terakhir moral keluarga. Kelima kriteria di atas pada prinsipnya pula mengikuti naluri keibuan yang terdapat dalam diri seorang wanita, tidak semata hanya naluri kewanitaan. Anda mesti memahami jika kelima kriteria di atas tidak semata hanya untuk kepentinganku sendiri, akan tetapi yang paling penting adalah untuk anak-anakku, generasi yang kelak akan mengurus negara ini.

Yogyakarta, 16 Juni 2008

Advertisements

One Response

  1. Wanita adalah makhluk yg selayaknya kita muliakan, krn tercipta dari tulang rusuk kita, kita wajib meluruskan tulang yg bengkok itu dg membimbing dan melindungi bagian diri kita sendiri ( kaum Lelaki)…:d
    Mudah²an masih ada wanita yg ideal utk kita (lelaki)..Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: