UNTUK WANITA TAHU

Mereka terlahir untuk cemas dan selalu mencemaskan sesuatu. Bangga apabila mendengar istilah emansipasi dan persamaan hak, sementara mereka pun tidak tahu artinya. Mereka begitu percaya diri dengan blus yang dikenakan dari Senin hingga Jumat. Atau mereka bisa berjalan tegak dengan menggantungkan tas kulit berisi silabus mata kuliah. Semakin sempurna menutup anggapan kaum pria jika mereka adalah makhluk yang lemah. Sesungguhnya mereka tidak lemah, tapi mereka tahu untuk menggunakan kekuatan.

Wanita yang aku tahu, selalu lebih banyak ketimbang jenis kelamin pria. Tapi wanita yang aku tahu pula, terlihat seolah lebih dominan ketimbang pria. Responsif dan cenderung tidak menggunakan akal sehat. Mereka menggunakan perasaaan, karena itu lah mereka terlihat lebih natural. Mereka para wanita tidak menggunakan akal dan logikanya, tapi mereka punya insting yang cukup tajam, bahkan lebih tajam ketimbang anjing polisi paling terlatih sekalipun. Insting yang begitu alami, sehingga sering membuat pria terlihat menjadi bodoh dan tolol. Kata-kata yang mempesona tanpa isi, tapi karena itu lah sering menjadikan pria makhluk yang seolah terlihat tidak berharga.

Kata-kata yang mengharukan, tangisan yang menyesakkan, dan rengekan yang mengibakan, bukanlah menandakan mereka lemah, tapi justru adalah senjata yang lebih mematikan ketimbang yang pernah ditudingkan oleh Bush. Lenggang tubuh yang lemah gemulai itu, bukanlah mereka itu tidak mampu melakukan seperti apa yang dibanggakan kaum pria, tapi justru sebaliknya karena itulah mereka menjadi dominan. Bukan senyuman atau kata-kata manja yang membuaikan, tapi itulah cara mereka untuk menyerang sifat sombong kaum pria. Secret weapon, lethal weapon, mass destructive weapon, mereka memilikinya karena mereka sangat alami.

Jika engkau tahu, mereka adalah makhluk yang paling rumit yang pernah diciptakan, jauh lebih rumit ketimbang struktur lintasan atom di California. Merekalah makhluk yang paling indah, bahkan lebih indah dari lukisan Madonna dan Monalisa. Mereka memiliki payudara, pinggul yang lebar, dan liang vagina, semuanya adalah sumber kehidupan paling agung, penentu pelestarian. Tanpa banyak disadari oleh ahli kitab, kaum wanita sesunggunya diberikan amanah untuk menjaga kelestarian hidup. Sayang sekali, tidak sedikit pria-pria terhormat yang merusak dan menyelewengkan amanah mereka.

Mereka memiliki dua tangan yang berbeda dengan standar tangan yang dimiliki kaum pria. Allah begitu sempurna menciptakan dua tangan wanita yang begitu rumit. Mampu menjaga dan mengasihi banyak anak pada waktu yang bersamaan. Pelukannya bisa menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan. Hanya dengan dua tangan wanita, kekuatan yang lebih dasyat ketimbang kekuatan untuk menggerakkan planet Bumi. Kekuatan yang indah karena terbungkus oleh kelembutan.

Jangan percaya jika engkau melihat pria mengeluarkan air mata, tapi jangan sekalipun engkau meremehkan ketika melihat wanita mengeluarkan air mata. Bagi mereka kaum wanita, air mata merupakan salah satu cara yang paling indah untuk mengungkapkan atau menekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.
Jangan pernah lupa, jika wanita memiliki kekkuatan yang tidak dimiliki oleh kaum pria, yaitu kekuatan untuk mengatasi beban yang sama sekali tidak bisa diatasi oleh kaum pria.

Mereka kaum wanita yang aku tahu sangatlah pandai menyimpan, atau tepatnya menyembunyikan isi hati dan perasaannya, dan terkadang bahkan pendapatnya sendiri. Masihkah engkau tidak melihat? Mereka masih mampu tersenyum sekalipun hatinya sedang menjerit, menyanyi sekalipun hatinya sedang menangis, dan bahkan tertawa ketika sedang ketakutan. Mampukah pria melakukannya? Mereka mampu melakukannya.

Mereka jauh lebih berani untuk berkorban untuk sesuatu/seseorang yang dicintainya, keberanian yang tidak pernah kita bayangkan. Sejarah telah mencatatnya berulang-ulang, fakta yang tak terbantahkan. Jikapun diperlukan, mereka mampu berdiri untuk melawan ketidakadilan, dan sejarah pun sudah mencatatnya berulangkali. Sekalipun mereka ini tidak menolak jika melihat yang lebih baik, namun mereka pun tidak ingin jika ada yang lebih baik dari diri mereka sendiri. Ego? Jangan tanya lagi seberapa besar keinginan mereka untuk menguasai dan memiliki sesuatu yang paling dicintainya. Sekali lagi, sejarah sudah mencatatnya dan selalu saja terulang.

Sejenak ingin saya tunjukkan dari suatu kitab kehidupan tentang catatan wanita, cobalah engkau simak berikut ini:
Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang,
Dia menjadi girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa,
Dia akan selalu bahagia apabila mendengar berita kelahiran,
Dia akan menjadi sedih apabila mendengar berita sakit dan kematian
Satu hal, mereka kaum wanita memiliki kekuatan untuk mengatasi hidup, dan sejarah pun akhirnya mengakui dan mencatatnya. Mereka sangat paham apabila sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.

Satu hal pula yang aku tahu tentang wanita, mereka seringkali lupa jika diri mereka begitu berharga. Mereka menutupnya dengan istilah feminis dan kehormatan, tapi mereka toh akhirnya tidak berdaya melawan perasaannya sendiri. Mereka seringkali mempertontonkan kelemahan sebagai kelemahan dan menjadikan diri mereka bodoh. Saya tidak perlu menunjukkan di mana mereka berada, karena mereka selalu ada di mana engkau akan menemukannya. Terkadang, aku selalu mengingat jika mereka begitu pandai untuk menutup perasaan mereka. Seringkali bahkan pria menjadi bodoh karenanya. Mereka bukanlah untuk dicari kaum pria, sebaliknya mereka yang mencari. Tidak ada aturan tapi begitulah hukum alam menuliskannya.

(Disadur ulang dari http://leo4kusuma.multiply.com/journal seijin penulisnya)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: