KENADIE – THE LITTLE ANGEL

Bocah yang bernama Kenadie Jourdin-Bromley sudah ditakdirkan dengan membawa kelainan genetika yang dikenal primordial dwarfism, yaitu suatu bentuk kelainan fisik yang hanya mengalami pertumbuhan terbatas pada usia kanak-kanak (biasanya menyerupai fisik manusia berusia sekitar di bawah lima tahun). Ada cukup banyak mereka yang mengidap kelainan fisik seperti Kenadie, bahkan di negeri kita sendiri.

Dikenal pula dengan nama Little Kenadie, bocah ini dilahirkan pada tanggal 13 Pebruari 2003, dan usianya sekarang sudah 5 tahun. Anda lihat sendiri foto-foto yang khusus diberikan oleh Kenadie kepada seluruh dunia, untuk mengingatkan agar kita selalu bersyukur dengan hidup kita sekarang ini.

Inilah kata-kata dari kedua orangtua Kenadie, Brianne Jourdin (Ibu) dan Court Bromley (Ayah) mengenai Kenadie. Mungkin kita bisa mengambil hikmahnya dari sini.

I used to have a hard time with this whole situation. Not because Kenadie was anything but wonderful, but it was just a lot. A heavy brain full of things to remember to ask or do or find!

I always felt guilty for accepting help because Kenadie is my child, and I should be able to do it all. Then opportunities started appearing, and I thought I could either pass them up, or take them.

Kenadie has a special gift to warm people’s souls… I guess I wanted her all to myself. I feel like I could never say thank you enough, so I’ll say it now, for all the times I may forget to.

THANK YOU.

http://littlekenadie.com
http://www.primordialdwarfism.com/

Advertisements

UNTUK WANITA TAHU

Mereka terlahir untuk cemas dan selalu mencemaskan sesuatu. Bangga apabila mendengar istilah emansipasi dan persamaan hak, sementara mereka pun tidak tahu artinya. Mereka begitu percaya diri dengan blus yang dikenakan dari Senin hingga Jumat. Atau mereka bisa berjalan tegak dengan menggantungkan tas kulit berisi silabus mata kuliah. Semakin sempurna menutup anggapan kaum pria jika mereka adalah makhluk yang lemah. Sesungguhnya mereka tidak lemah, tapi mereka tahu untuk menggunakan kekuatan.

Wanita yang aku tahu, selalu lebih banyak ketimbang jenis kelamin pria. Tapi wanita yang aku tahu pula, terlihat seolah lebih dominan ketimbang pria. Responsif dan cenderung tidak menggunakan akal sehat. Mereka menggunakan perasaaan, karena itu lah mereka terlihat lebih natural. Mereka para wanita tidak menggunakan akal dan logikanya, tapi mereka punya insting yang cukup tajam, bahkan lebih tajam ketimbang anjing polisi paling terlatih sekalipun. Insting yang begitu alami, sehingga sering membuat pria terlihat menjadi bodoh dan tolol. Kata-kata yang mempesona tanpa isi, tapi karena itu lah sering menjadikan pria makhluk yang seolah terlihat tidak berharga.

Kata-kata yang mengharukan, tangisan yang menyesakkan, dan rengekan yang mengibakan, bukanlah menandakan mereka lemah, tapi justru adalah senjata yang lebih mematikan ketimbang yang pernah ditudingkan oleh Bush. Lenggang tubuh yang lemah gemulai itu, bukanlah mereka itu tidak mampu melakukan seperti apa yang dibanggakan kaum pria, tapi justru sebaliknya karena itulah mereka menjadi dominan. Bukan senyuman atau kata-kata manja yang membuaikan, tapi itulah cara mereka untuk menyerang sifat sombong kaum pria. Secret weapon, lethal weapon, mass destructive weapon, mereka memilikinya karena mereka sangat alami.

Jika engkau tahu, mereka adalah makhluk yang paling rumit yang pernah diciptakan, jauh lebih rumit ketimbang struktur lintasan atom di California. Merekalah makhluk yang paling indah, bahkan lebih indah dari lukisan Madonna dan Monalisa. Mereka memiliki payudara, pinggul yang lebar, dan liang vagina, semuanya adalah sumber kehidupan paling agung, penentu pelestarian. Tanpa banyak disadari oleh ahli kitab, kaum wanita sesunggunya diberikan amanah untuk menjaga kelestarian hidup. Sayang sekali, tidak sedikit pria-pria terhormat yang merusak dan menyelewengkan amanah mereka.

Mereka memiliki dua tangan yang berbeda dengan standar tangan yang dimiliki kaum pria. Allah begitu sempurna menciptakan dua tangan wanita yang begitu rumit. Mampu menjaga dan mengasihi banyak anak pada waktu yang bersamaan. Pelukannya bisa menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan. Hanya dengan dua tangan wanita, kekuatan yang lebih dasyat ketimbang kekuatan untuk menggerakkan planet Bumi. Kekuatan yang indah karena terbungkus oleh kelembutan.

Jangan percaya jika engkau melihat pria mengeluarkan air mata, tapi jangan sekalipun engkau meremehkan ketika melihat wanita mengeluarkan air mata. Bagi mereka kaum wanita, air mata merupakan salah satu cara yang paling indah untuk mengungkapkan atau menekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.
Jangan pernah lupa, jika wanita memiliki kekkuatan yang tidak dimiliki oleh kaum pria, yaitu kekuatan untuk mengatasi beban yang sama sekali tidak bisa diatasi oleh kaum pria.

Mereka kaum wanita yang aku tahu sangatlah pandai menyimpan, atau tepatnya menyembunyikan isi hati dan perasaannya, dan terkadang bahkan pendapatnya sendiri. Masihkah engkau tidak melihat? Mereka masih mampu tersenyum sekalipun hatinya sedang menjerit, menyanyi sekalipun hatinya sedang menangis, dan bahkan tertawa ketika sedang ketakutan. Mampukah pria melakukannya? Mereka mampu melakukannya.

Mereka jauh lebih berani untuk berkorban untuk sesuatu/seseorang yang dicintainya, keberanian yang tidak pernah kita bayangkan. Sejarah telah mencatatnya berulang-ulang, fakta yang tak terbantahkan. Jikapun diperlukan, mereka mampu berdiri untuk melawan ketidakadilan, dan sejarah pun sudah mencatatnya berulangkali. Sekalipun mereka ini tidak menolak jika melihat yang lebih baik, namun mereka pun tidak ingin jika ada yang lebih baik dari diri mereka sendiri. Ego? Jangan tanya lagi seberapa besar keinginan mereka untuk menguasai dan memiliki sesuatu yang paling dicintainya. Sekali lagi, sejarah sudah mencatatnya dan selalu saja terulang.

Sejenak ingin saya tunjukkan dari suatu kitab kehidupan tentang catatan wanita, cobalah engkau simak berikut ini:
Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang,
Dia menjadi girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa,
Dia akan selalu bahagia apabila mendengar berita kelahiran,
Dia akan menjadi sedih apabila mendengar berita sakit dan kematian
Satu hal, mereka kaum wanita memiliki kekuatan untuk mengatasi hidup, dan sejarah pun akhirnya mengakui dan mencatatnya. Mereka sangat paham apabila sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.

Satu hal pula yang aku tahu tentang wanita, mereka seringkali lupa jika diri mereka begitu berharga. Mereka menutupnya dengan istilah feminis dan kehormatan, tapi mereka toh akhirnya tidak berdaya melawan perasaannya sendiri. Mereka seringkali mempertontonkan kelemahan sebagai kelemahan dan menjadikan diri mereka bodoh. Saya tidak perlu menunjukkan di mana mereka berada, karena mereka selalu ada di mana engkau akan menemukannya. Terkadang, aku selalu mengingat jika mereka begitu pandai untuk menutup perasaan mereka. Seringkali bahkan pria menjadi bodoh karenanya. Mereka bukanlah untuk dicari kaum pria, sebaliknya mereka yang mencari. Tidak ada aturan tapi begitulah hukum alam menuliskannya.

(Disadur ulang dari http://leo4kusuma.multiply.com/journal seijin penulisnya)

STOP KEKERASAN PADA WANITA!!

Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan ia melontarkan
kata-kata menyakitkan. Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena hari ini ia mengirim aku bunga.

Aku mendapat bunga hari ini. Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami. Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku. Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena ia mengirim bunga padaku hari ini.

Aku mendapat bunga hari ini, padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain. Semalam ia memukuli aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu. Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya.
Aku tidak punya uang. Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku? Namun, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam, karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.

Ada bunga untukku hari ini. Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku. Ia menganiayaku sampai mati tadi malam. Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya, aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini…

Untaian cerita di atas hanyalah ilustrasi fiktif yang menggambarkan bentuk kekerasan terhadap kaum perempuan. Mereka tidaklah diciptakan untuk disakiti, tapi sebaliknya mereka (perempuan) diciptakan sangat istimewa untuk menyejukkan jiwa. Mereka (perempuan) bukan tidak bisa melawan, atau membela diri, tapi suatu saat mereka akan melawan dengan cara mereka sendiri yang tidak pernah kita semua bisa bayangkan akibatnya. Jangan biarkan kekerasan terjadi di lingkungan Anda. Rasanya tidak hanya cukup dengan STOP, akan tetapi LAWAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN!

Kabar baik, kekerasan terhadap perempuan sudah menjadi tanggungjawab kita bersama. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 65 Tahun 2005 Tentang Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, aksi ataupun tindakan yang mengarah langsung pada kekerasan terhadap perempuan sudah menjadi tindakan melawan hukum (kriminal). Jika Anda menemukan adanya kekerasan terhadap perempuan di sekitar lingkungan Anda, segeralah laporkan kepada pihak berwajib (Kepolisian) setempat.

Yogyakarta, 8 Agustus 2008